Peresmian Sumur Wakaf di Pelosok Timur
Nusa Tenggara Timur — Air bersih bukan lagi kemewahan, melainkan hak asasi bagi setiap kehidupan. Begitulah senyum cerah yang terpancar dari wajah ratusan warga pelosok Timur pasca diresmikannya fasilitas sumur wakaf pada Rabu (05/10) lalu.
Sebelumnya, mayoritas warga desa harus berjalan kaki menyusuri jalan curam dan berbatu sejauh 5 kilometer setiap pagi, hanya demi mengambil air dari sungai yang kondisinya seringkali keruh selama musim kemarau.
Proses Pembangunan yang Penuh Tantangan
Tim relawan teknis Yayasan Harapan Bersama bekerja keras mengebor tanah hingga kedalaman 65 meter demi mendapatkan sumber air dan mata air artesis terbaik. Proses pembangunan yang memakan waktu tiga minggu ini akhirnya difinalisasi dan dilengkapi dengan sistem pompa surya mandiri serta torn penampungan air berkapasitas 5.000 liter.
"Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa berangkat sekolah lebih pagi tanpa harus lelah memikul jeriken air dari lereng bukit. Doa terbaik untuk semua dermawan," ucap Pak Kades dengan mata berkaca-kaca.
Mewakili seluruh donatur, Yayasan berharap fasilitas sumur wakaf ini bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir, seiring dengan mengalirnya air jernih yang membasahi dahaga desa tersebut.